Who We Are

Tentang Gereja Mawar Sharon

Gereja Mawar Sharon adalah sebuah sinode yang berpusat di Surabaya. Gereja Mawar Sharon bergerak dalam aliran Teologi Karismatik Pantekosta.

Gereja Mawar Sharon diawali pada tahun 1985, dari sebuah Persekutuan Doa “Febe”, yang diadakan setiap hari Senin dengan jumlah jemaat sekitar 75 sampai 100 orang, di jalan Embong Sawo. Setahun kemudian persekutuan tersebut pindah ke Jalan Cempaka Surabaya, dan ibadah dilaksanakan di bawah balkon utama Cempaka 18i.

Tanggal 20 Juli 1986, persekutuan doa tersebut resmi memakai nama “Mawar Sharon”. Seiring dengan berjalannya waktu, persekutuan “Mawar Sharon” berkembang, jemaat terus bertambah hingga mencapai 1000 orang, sehingga akhirnya diputuskan untuk memperlebar ruang ibadah. Tahun 1987-1988, dibangunlah ruang kebaktian utama di jalan Cempaka tersebut.

Pada bulan Juli 1989, Pemerintah mengeluarkan izin sehingga persekutuan “Mawar Sharon” resmi menjadi Gereja “Mawar Sharon”. Sekalipun telah diresmikan, baru akhir Maret 1990 pada minggu terakhir, nama Gereja Mawar Sharon di gunakan dan diperkenalkan kepada Jemaat.

Tahun 1992, Gereja Mawar Sharon membangun sebuah Bukit Doa, dan selesai dibangun tahun 1993. Bukit Doa tersebut diresmikan 2 tahun kemudian, dengan nama Bukit Doa Immanuel.

Pada tahun 1994, Visi Gereja Sel yang Apostolik mulai diperdengungkan untuk dijadikan landasan hidup berjemaat Gereja tersebut, lewat kelompok sel yang ada, yaitu Kemas (Keluarga Melayani Allah dan Sesama), Pemasa (Pemuda Melayani Allah dan Sesama), Remasa (Remaja Melayani Allah dan Sesama), Amasa) (Anak Melayani Allah dan Sesama).

Pada awal Desember 2000 Gereja Mawar Sharon mengundurkan diri dari keanggotaan GBI dan resmi berdiri sebagai sinode sendiri.

Pada tahun 2002, Visi Gereja Mawar Sharon ditambahkan, menjadi sel yang Apostolik dan Profetik. Sejak itu, Gereja Mawar Sharon mulai membuka satelit-satelit di seluruh Indonesia.

Tentang Satelit “Eagle”

Gereja Mawar Sharon “Eagle” Satellite adalah sebuah gereja satelit yang bernaung di bawah sinode Gereja Mawar Sharon. Satelit Eagle merupakan satelit khusus untuk Pemuda Surabaya Barat. Eagle Satellite dirintis sekitar bulan November tahun 2003, merupakan satelit ketiga yang dirintis setelah satelit Fire di Surabaya Timur, dan satelit City of Faith di Surabaya Selatan, di bawah koordinasi gembala distrik ce Mimi, dengan jumlah jemaat mula-mula sekitar 70 orang, dengan gembala ce Lily. Pada tahun 2005, ce Dessy diurapi menggantikan ce Lily sebagai gembala, oleh karena ce Lily menikah. Pada Januari 2008, Megaria diurapi menggantikan ce Dessy sebagai gembala, oleh karena alasan yang sama.

Lokasi Kebaktian dari Satelit Eagle pun berubah-ubah. Pada awal-awal pendirian, Satelit Eagle 2x beribadah dalam bentuk poksar di Convention Hall GMS Pusat. Satelit Eagle pun dahulu namanya bukan Satelit Eagle, tapi Satelit Glory of God (GOG). Setelah itu, soft launching GOG pun diadakan. Kebaktian pertama GOG diadakan di Hotel Satelit di jalan Mayjend Sungkono. Sekitar 2 bulan kemudian (Januari 2004), kebaktian dialihkan ke Restoran Halim, di bundaran tol kota satelit. 6 bulan kemudian (Juli 2004), kebaktian dialihkan ke ruko di jalan Hr. Mohammad, di mana di sana telah ada beberapa kebaktian satelit Surabaya Barat yang lain, seperti satelit umum dan satelit pelajar “Fire of God”, dengan gembala ce Wie Cien.

GOG menempati tempat tersebut untuk waktu yang cukup lama, sekitar 2 tahun. Di tengah-tengah perjalanannya, satelit GOG sempat membelah menjadi satelit GOG dan HOG (Heart of God). Satelit GOG sebelumnya merupakan satelit Pemuda Barat, dan sebagian Pemuda Selatan. Satelit HOG tersebut didirikan untuk Pemuda Selatan, sementara Pemuda Barat tetap di bawah kebaktian GOG.

Waktunya pun tiba bagi satelit-satelit di wilayah Surabaya Barat menerima kemurahan Tuhan dengan berpindah ke sebuah bangunan satelit lebih besar yang permanen di daerah ruko Sukomanunggal. Berkapasitas total 1500 orang, awalnya kebaktian-kebaktian yang ada di seluruh satelit di Surabaya Barat banyak terjadi penggabungan-penggabungan. Awalnya hanya ada 1 kebaktian, yaitu kebaktian umum. Seluruh satelit umum (total ada 4 buah satelit umum yang tersebar di Surabaya Barat), satelit pelajar “Fire of God”, dan seluruh satelit pemuda (total ada 2 satelit Pemuda, GOG dan HOG) digabung menjadi satu kebaktian di bangunan yang baru, pada soft launching di bulan Oktober 2006, dengan satu nama, satelit Surabaya Barat, dengan gembala berasal dari gembala umum, pak Bambang. Satelit Surabaya Barat benar-benar launching pada bulan Desember 2006 bertepatan dengan peringatan Natal.

4 bulan kemudian (April 2006), satelit Pelajar dan satelit Pemuda memisahkan diri dari kebaktian umum pk 10.00, dan menempati jadwal ibadah tersendiri, pada pk 13.00, dengan nama kebaktian Pemuda dan Pelajar Barat. Gembala dari kebaktian Pelajar dan Pemuda tersebut dipegang oleh ce Dessy, dibantu oleh ce Wie Cien sebagai gembala Pelajar. Kemudian hampir 1 tahun kemudian, kebaktian Pelajar dan Pemuda memisahkan diri. Kebaktian Pelajar tetap menempati kebaktian pk 13.00, sementara kebaktian Pemuda berpindah ke pk 16.00.

Dengan berdirinya kebaktian Pemuda dan Pelajar sendiri, berarti tiap-tiap kebaktian sudah dapat memakai nama-nama satelitnya sendiri-sendiri. Kebaktian Pelajar tetap memakai nama “Fire of God”, sementara di kebaktian Pemuda, sekitar 2 bulan setelah memisahkan diri, ce Dessy datang dengan informasi yang dia sampaikan ketika berkhotbah.

“Saya tahu, banyak terjadi sedikit kebingungan di sana-sini mengenai apakah kita ini namanya GOG, atau HOG, atau Pemuda Barat. Tapi, ternyata Tuhan hendak membawa kita kepada kemuliaan yang lebih tinggi, kepada visi yang baru. Saat ini kita para gembala sedang bergumul untuk nama yang baru. Nama satelit kita yang baru sebenarnya sudah ada, tapi sedang dipergumulkan.”

Dan 2 minggu kemudian (sekitar bulan Juli 2006), ce Dessy mengumumkan bahwa nama satelit Pemuda Barat yang baru adalah satelit “Eagle”. Maka sejak saat itu, resmi berdirilah satelit Pemuda Barat dengan nama “Eagle”.

Leave a response

Your response: