Perubahan Dari Dalam Ke Luar
Oleh Max Lucado
Ketika kamu percaya kepada Kristus, Kristus mengerjakan mujizat di dalammu. Kamu secara permanen dikuduskan dan dimampukan oleh Tuhan sendiri. Pesan Yesus kepada orang percaya itu simpel, “Ini semua bukan tentang apa yang kamu dapat lakukan, tetapi apa yang dapat Aku lakukan.” dan saat itu kamu dapat berkata seperti Paulus berkata, “Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus hidup dalamku.” (Gal 2:20)
Lalu sekarang ada pertanyaan seperti ini: “Bila aku adalah seseorang yang dilahirkan kembali, mengapa aku begitu sering jatuh bangun dalam dosa?”
Menurutmu, kenapa kamu sangat sering jatuh pada awal-awal kelahiranmu? Apa kamu langsung berjalan dengan dua kaki ketika lahir? Tentu tidak. Dan ketika kamu mulai untuk berjalan, kamu lebih sering jatuh ketimbang berdiri. Apakah kita akan mengharapkan hal yang berbeda dalam perjalanan kehidupan rohani kita?
“Tapi aku terlalu sering jatuh, sehingga aku mempertanyakan apakah aku sudah benar-benar selamat atau tidak.”
Kembali ke kelahiran jasmanimu. Bukankah dulu kamu juga sering terjatuh ketika kamu belajar berjalan? Dan ketika kamu jatuh, apakah kamu mempertanyakan kevalidan kelahiranmu? Apakah kamu, sebagai seorang balita yang berumur satu tahun, ketika jatuh ke lantai, menggeleng-gelengkan kepalamu dan berpikir bahwa mungkin kamu bukan manusia?Tentu tidak. Proses jatuh dari seorang anak kecil tidak dapat membatalkan kenyataan bahwa dia dilahirkan, sebagai manusia. Dan begitu pula, proses jatuh dari seorang Kristen tidak membatalkan kelahiran spiritualnya.
Apakah kamu mengerti apa yang Tuhan telah lakukan untuk kamu? Dia sudah menanam benih Kristus di dalam kamu. Saat benih itu terus bertumbuh, kamu akan berubah. Bukan berarti dosa tidak ada lagi dalam hidupmu, tetapi dosa yang tidak punya kuasa lagi atas hidupmu. Godaan akan menggodamu, tapi tidak akan menguasaimu. Betapa luar biasa harapan ini!
Dengar ini. Segalanya bukan bergantung padamu! Di dalammu terdapat kuasa yang luar biasa. Percayalah padaNya!
Pikirkan dengan cara ini. Semisal, sepanjang hidupmu kamu menderita penyakit kelainan jantung. Penyakitmu menghalangimu untuk beraktivitas seperti orang normal. Sementara pekerja yang lain menggunakan tangga, kamu harus menunggu elevator.
Tapi kemudian kamu melakukan transplan jantung. Sebuah jantung baru diletakkan di dalammu. Setelah kamu sembuh, kamu kembali bekerja, dan bertemu dengan tangga — tangga yang sama yang sebelumnya kamu hindari. Sesuai kebiasaan, kamu akan segera menuju elevator. Tapi kamu kemudian ingat bahwa kamu bukan orang yang sama lagi. Kamu punya jantung yang baru. Di dalammu ada kekuatan yang baru.
Kamu mungkin berkata, “Aku tidak dapat menaiki tangga; Aku terlalu lemah.” Apakah pilihanmu meniadakan keberadaan jantung yang baru? Meniadakan pekerjaan dokter bedah? Tidak! Dengan kamu memilih untuk menggunakan elevator hanya menunjukkan satu fakta — kamu belum belajar untuk mempercayai kekuatanmu yang baru.
Itu memang perlu waktu. Tapi pada suatu saat kamu harus mencoba tangga itu. Kamu harus mencoba hal yang baru. Kamu harus bereksperimen dengan dirimu yang baru. Karena jika tidak, kamu akan kehilangan tenaga.
Aturan-aturan religius terus menyedot kekuatanmu. Tidak ada habisnya. Selalu ada pertemuan yang harus dihadiri, hari Sabat yang harus ditepati. Tidak ada penjara selama seperti penjara kesempurnaan. Para narapidanya terus bekerja, tetapi tidak pernah mendapatkan kedamaian. Bagaimana mungkin? Mereka tidak tahu kapan mereka harus berhenti.
Tetapi, Yesus, memberikanmu anugerah pekerjaan yang diselesaikan. Dia memenuhi hukum-hukum untukmu. Memberikan ucapan selamat tinggal untuk beban agamawi. Pergi sudah kekhawatiran bahwa setelah melakukan segala sesuatunya, kamu belum melakukan cukup. Kamu dapat menaiki tangga itu, bukan oleh kekuatanmu, tapi dengan kekuatanNya. Tuhan berjanji akan membantu mereka yang berhenti berusaha membantu diri mereka sendiri.
“Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Fil 1:6) Tuhan akan mengubahkanmu dari dalam ke luar.
Diterjemahkan oleh gmseagle dari artikel di bawah ini:
Changed from the Inside Out
by Max Lucado
When you believe in Christ, Christ works a miracle in you. You are permanently purified and empowered by God himself. The message of Jesus to the religious person is simple: It’s not what you do. It’s what I do. I have moved in. And in time you can say with Paul, “I myself no longer live, but Christ lives in me” (Gal. 2:20).
If I’m born again, why do I fall so often?
Why did you fall so often after your first birth? Did you exit the womb wearing cross-trainers? Did you do the two-step on the day of your delivery? Of course not. And when you started to walk, you fell more than you stood. Should we expect anything different from our spiritual walk?
But I fall so often, I question my salvation. Again, we return to your first birth. Didn’t you stumble as you were learning to walk? And when you stumbled, did you question the validity of your physical birth? Did you, as a one-year-old fresh flopped on the floor, shake your head and think, I have fallen again. I must not be human?
Of course not. The stumbles of a toddler do not invalidate the act of birth. And the stumbles of a Christian do not annul his spiritual birth.
Do you understand what God has done? He has deposited a Christ seed in you. As it grows, you will change. It’s not that sin has no more presence in your life, but rather that sin has no more power over your life. Temptation will pester you, but temptation will not master you. What hope this brings!
Hear this. It’s not up to you! Within you abides a budding power. Trust him!
Think of it this way. Suppose you, for most of your life, have had a heart condition. Your frail pumper restricts your activities. Each morning at work when the healthy employees take the stairs, you wait for the elevator.
But then comes the transplant. A healthy heart is placed within you. After recovery, you return to work and encounter the flight of stairs–the same flight of stairs you earlier avoided. By habit, you start for the elevator. But then you remember. You aren’t the same person. You have a new heart. Within you dwells a new power.
Do you live like the old person or the new? Do you count yourself as having a new heart or old? You have a choice to make.
You might say, “I can’t climb stairs; I’m too weak.” Does your choice negate the presence of a new heart? Dismiss the work of the surgeon? No. Choosing the elevator would suggest only one fact–you haven’t learned to trust your new power.
It takes time. But at some point you’ve got to try those stairs. You’ve got to test the new ticker. You’ve got to experiment with the new you. For if you don’t, you will run out of steam.
Religious rule keeping can sap your strength. It’s endless. There is always another class to attend, Sabbath to obey. No prison is as endless as the prison of perfection. Her inmates find work but never find peace. How could they? They never know when they are finished.
Christ, however, gifts you with a finished work. He fulfilled the law for you. Bid farewell to the burden of religion. Gone is the fear that having done everything, you might not have done enough. You climb the stairs, not by your strength, but His. God pledges to help those who stop trying to help themselves.
“He who began a good work in you will carry it on to completion until the day of Christ Jesus” (Phil. 1:6.) God will change you from the inside out.
Original URL: http://www.gms.or.id/forum/index.php?topic=325.msg1768#msg1768